FF-This Is Pairing

by - 02:56

Chapter 3

KLONTANG! GUBRAK!

“Donghae-hyung! Kembalikan wajannya!” teriak Ryeowook pada Donghae yang sedang asik membawa wajan sambil mengitari meja makan.

“Tunggu dulu! Aku sedang berusaha menangkap pencuri!” balas Donghae sambil terus mengejar Eunhyuk. Ya, pencuri yang ia maksud itu adalah Eunhyuk. Eunhyuk telah mencuri susu strawberry dari kulkas. Susu itu sebenarnya milik Donghae, dan Donghae kali ini tidak ikhlas susunya direbut.

“Yah! Kalian, pagi-pagi sudah ribut saja.” Komen Sungmin saat ia masuk ke dapur dan melihat EunHae sibuk sendiri.

“Wookie, masak apa kau hari ini?”

“Rencananya aku mau membuat croissant ayam fillet, tapi sepertinya gagal.”

“Kenapa?”

Ryeowook menunjuk wajan yang ada di tangan Donghae.

“Donghae-ah! Kembalikan wajannya! Aku lapar!”

“No no no no no.” balas Donghae sambil menyanyikan part lagu Gee itu. Eunhyuk yang sedang dalam ancang-ancang berlari jadi urung dan justru malah ber-gee ria dengan Donghae. Melihat kesempatan emas berlumur perak berlapis tembaga itu, Ryeowook langsung mencuri wajan dan berlari santai ke dapur.

“KYUHYUN-AH!” teriak Leeteuk pagi-pagi, membuat semua orang menoleh padanya.

“Teukie-hyung! Bisa tidak kau tidak berteriak. Aku masih ngantuk.” Jawab Shindong yang masih setengah sadar di meja makan.

“Mana anak itu? Kemarin dia bilang akan pergi ke dokter? Tapi ketika aku cek, dia malah ke games center. Hash! KYUHYUN-AH! Turun kau!”

Kyuhyun yang bête karena terus-terusan dipanggil, akhirnya keluar juga dari persembunyian ternikmatnya. Apalagi kalau bukan kamar Kibum. Soalnya, Kibum sengaja meninggalkan modem wifi nya di kamar itu. Jadilah selama ini Kyuhyun yang memakai, sementara Kibum yang tetap bayar tagihannya.

“Ada apa memanggil? Tidak ada apa-apa? Oh, yasudah, aku kembali keatas.” Jawab Kyuhyun asal tanpa memperhatikan muka Leeteuk yang super tablo.

“Yah! Kenapa kau kemarin tidak check up, hah? Sudah tiga kali kau kabur.”

“Aku tidak apa-apa, hyung. Sudahlah, jangan buang-buang uang.”

“Uangmu banyak, kan? Jadi jangan banyak protes. Hari ini, kau tidak ada jadwal, jadi kau harus ke rumah sakit. Denganku. Heechulie, kau di dorm, kan? Tolong jaga dia setelah aku dan dia selesai check-up. Semuanya, jadwal kalian semua hari ini selesai jam enam, jadi jam tujuh kalian harus ada di dorm, dan jam delapan kita berangkat ke Perancis. Arasso?” saking cepat dan merepetnya omongan Leeteuk, anggota yang lain malah terbengong-bengong, tidak menjawab pertanyaan Leeteuk.

“Yah! Arasso?”

“Neeh.” Koor mereka seperti anak TK umur empat tahun.

Dorm sudah mulai sepi, semua penghuninya berangkat untuk kerja. Tinggal Heechul, Kyuhyun dan Leeteuk. Leeteuk pergi  duluan dan menunggu di mobil, sementara Kyuhyun masih saja merengek tidak ingin ke rumah sakit.

“Yah, magnae berhentilah mengeluh. Kapan kau sembuh kalau kau terus seperti itu?” Tanya Heechul dengan nada sarkastik. Kyuhyun hanya menatapnya bête.

“Aku benci rumah sakit.”

“Siapa yang bilang aku suka rumah sakit?” Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Heechul. Benar juga, hyungnya yang satu ini memang sangat teramat anti dengan segala hal menyangkut rumah sakit, suntikan, operasi dan segala antek-anteknya.

Di depan pintu dorm, Kyuhyun pamitan pada Heechul. Heechul tidak berkata apa-apa lagi, hanya mengacak rambut adiknya itu sambil terkekeh.

***

Jam enam petang semua member SJ sudah kembali ke dorm dan sedang bersiap-siap untuk keberangkatan mereka ke Paris.

Suasana yang sama juga terasa di dorm milik SNSD. Mereka semua sibuk mempersiapkan ini dan itu. Apa yang harus dibawa, siapa yang membawa ini, siapa yang membawa itu, dan apa yang harus dibawa dan apa yang tidak. Semua perlengkapan mandi mereka satukan dalam satu koper dan cemilan diam-diam dalam koper lainnya. Mereka juga mempersiapkan argument apa yang akan mereka pakai kalau-kalau mereka ketahuan membawa cemilan itu. Dan cara terampuh ialah menyodorkan Sunny sebagai anggota dengan aegyo terbaik.

***

Sebelum mereka take-off, semua manajer berkumpul dan membicarakan agenda mereka kembali. Setelah itu, semua artis dibawah naungan SM.Ent berkumpul untuk berdoa dan melakukan tos.

“Eunhyukie, kau mau duduk dimana?” Tanya Donghae sambil masih memandangi iPod miliknya.

“Di dekat jendela.”

“Ne, aku disini.” Kata Donghae lagi sambil masih memandangi layar iPodnya.

“Donghae-yaaa!!! Aku datang. Apa kau kesepian?” todong Siwon tiba-tiba dari arah entah dari mana dengan suara distel dalam keadaan pol.

“Kesepian? Hmm, tidak juga. Hyukie tidak kemana-mana, jadi aku tidak kesepian, kenapa?”

“Aku kesepian. Heechul-hyung sedang mellow, dan aku tidak enak untuk mengganggunya.” Siwon menatap kearah Heechul yang duduk di bangkunya sendirian, Donghae dan Eunhyuk yang sedang mendengarkan jadi ikut-ikutan menoleh kearah Heechul.

“Apa tidak apa-apa kalau  kita tinggalkan hyung sendiri?” Tanya Donghae polos.

“Err, aku rasa Heechul-hyung ingin sendirian sekarang, jadi lebih baik kita biarkan dia begitu untuk sementara.” Jawab Siwon bijak. Eunhyuk menatap Siwon dengan tatapan intens dan membuat Siwon risih.

“Yah! Kau kenapa hyung?”

“Kau memang berbakat menjadi pastor.” Jawab Eunhyuk sambil memakai muka serius seserius-seriusnya yang bisa ia buat.

“Siwon-ssi, kau bawa susu strawberi tidak?”

“Tidak. Untuk apa?”

“Untukku.”

“Tidak terpikirkan.”

“Hassh! Dasar kau!” Eunhyuk beranjak dari kursinya dan berjalan di koridor pesawat pribadi milik SM itu sambil melihat-lihat. Mencari Leeteuk. Saking asiknya mencari Leeteuk, ia tidak menyadari kalau ini adalah pesawat dengan jumlah penumpang banyak bukan hanya ia dengan member SJ saja, tiba-tiba ia merasa menubruk seseorang. Dan saat ia mendongak, ia tau siapa yang ia tabrak barusan.

“Hyoyeon-ssi? Kenapa kau menabrakku?” Tanya Eunhyuk lurus, padahal kejadian sebenarnya Eunhyuk yang menabrak Hyoyeon yang sedang asik mengobrol dengan Tiffany.

“Oppa apa kau melindur?”

“Anni!”

“Lalu kenapa kau jalan dengan cara seperti orang tidak sadar? Jelas-jelas aku sedang berdiri disini.”

“Jadi ini salahku?”

“Lalu?”

“Aku harus meminta maaf begitu?”

“Seharusnya.”

Bukannya meminta maaf, Eunhyuk malah hanya memperhatikan wajah Hyoyeon.

“Oppa, apa ada yang ingin kau katakan padaku?”

“Hyo-ssi, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

“Apa?”

Eunhyuk jadi ragu saat ia ingin mengatakan sesuatu itu pada Hyo. Bingung. Dan akhirnya ia putuskan ini bukan saat yang tepat.

“Anni, tidak jadi.”

***

Untuk pertama kalinya Leeteuk merasa bosan dan tidak bisa tidur. Biasanya perjalanan di pesawat seperti ini bisa membuatnya seperti beruang yang sedang berhibernasi di musim dingin. Tapi, yang terjadi justru ia ingin berjalan-jalan, cari alasan untuk mengunjungi bangku yang berada tidak jauh di depannya.

Dan untuk kesekian kalinya, Leeteuk melihat kearah adidas yang sedang dipakainya. Tepat tengah malam. Daripada terbakar bosan dan gila melihat Taeyeon dari jauh, Leeteuk bangkit dan memperhatikan sekeliling. Yang ada hanya member SJ dan SNSD. Satu kabin ini memang maksimal menampung dua puluh orang.

Leeteuk mampir ke kabin sebelah, ternyata kabin itu berisi member SHINee, f(x), dan DBSK. Ah, ternyata ada BoA juga tertidur santai di bangkunya.

Puas berkeliling kabin, Leeteuk kembali ke kabin miliknya. Kali ini ia diam-diam menghampiri bangku Taeyeon. Kebetulan gadis itu duduk sendirian. Ia duduk di bangku kosong itu sambil memperhatikan Taeyeon tertidur. Sebenanrnya, Taeyeon tidur seperti orang kebanyakan. Tapi kenapa Leeteuk melihatnya seperti melihat seorang Belle di cerita beauty and the beast. Tentu ia di posisi BEAST-nya. Leeteuk kelihatan nyaman sekali memandangi Taeyeon. Kadang ia terlihat seperti psikopat malah.

“Taeyeonie, kau tau tidak kalau aku tidak mau putus darimu? Kau pasti tidak tau. Kau tau tidak, aku masih sangat menyayangimu? Kau tidak tau. Kau tau, aku melakukan ini agar kau bisa mencari pria lain. Umur kita terlalu terpaut jauh. Aku tidak ingin orang tuamu melarang hubungan kita. Jadi, mungkin memang hubungan kita tidak lebih dari seorang oppa dan dongsaeng. Selama aku tidak ada, aku ingin kau jaga dirimu baik-baik. Karena aku tidak akan ada untuk mendengarkan keluhan, cerita ataupun tangisanmu untuk sementara waktu.”

Leeteuk mengusap puncak kepala orang yang memang sangat berarti baginya saat ini, dan  menghadiahinya sebuah kecupan dahi kemudian bangkit dan pergi.

Setelah Leeteuk pergi, sebenarnya Taeyeon tidak benar-benar tidur. Ia mendengar setiap ucapan Leeteuk dan ingin sekali ia berteriak pada orang itu bahwa dia sangat bodoh! Lebih bodoh dari apapun juga. Bahkan ia lebih bodoh daripada orang idiot sekalipun. Kenapa Leeteuk berfikir kearah sana, padahal kalau ia minta, ia akan menunggu Leeteuk selesai wamil dan mengajaknya menemui kedua orang tuanya. Taeyeon tidak berminat lagi untuk melanjutkan tidurnya dan hanya menatap atap kabin yang polos, menunggu air matanya berhenti mengalir.

***

SM Town berjalan sukses dan lancar. Dan sekarang tibanya untuk acara penutupan. Semua artis naik keatas panggung dengan mengenakan kaus berlabel SM Towm Live’10. Terdengar ada lagu Sorry Sorry diputar sebagai lagu penutup.

Di atas stage semua orang tertawa dan bersenang-senang. Kyuhyun yang iseng membawa handycam, terus-terusan memvideo apa yang bisa ia videokan. Mulai dari para member SJ, DBSK, SHINee dan lain-lain. Sayangnya, The TRAX tidak bisa ikut bergabung untuk SM Town kali ini, karena jadwal mereka yang bentrok.

Disengaja atau tidak, ternyata hari ini sepertinya hari keberuntungan Kyuhyun, ia berhasil menangkap Siwon yang sedang diusap keringatnya oleh Tiffany, kemudian ada Eunhyuk yang sedang bermain semprot air dengan Hyoyeon dan Sunny yang sedang berangkulan dengan Sungmin. Tapi sialnya, Kyuhyun meangkap muka Yoona yang sedang sendirian menyapa fans dibawah stage. Langsung saja otak evilnya bekerja mencari cara untuk mengerjai gadis itu.

“KYU! Sedang apa kau?” Tanya Changmin antusias dengan dua botol air mineral di tangannya.

“Memotong kambing.”

“Aigo, kau ini dasar! Ini, kau haus tidak?” tawar Changmin kebetulan.

“Yah, Changmin-ah. Pegang ini, kau kuijinkan memakai handycamku kali ini. Aku ingin jalan-jalan dulu sebentar.” Setelah itu, Kyuhyun langsung pergi sambil membawa sebotol air dan meninggalkan Changmin yang kebingungan.

“Hana!” baru juga menghitung satu, Kyuhyun sudah mengguyur Yoona yang sedang menyapa para fans.

“AAGGHH!”

“Segar, bukan?” Tanya Kyuhyun antusias.

“Oppa! Kau ini! Hash, pakaianku jadi basah. Apa kau tidak punya kerjaan lain, hah?”

“Err, tidak ada.”

“Lalu, harus aku yang jadi sasaranmu, hah?”

“Err, aku rasa iya.”

“OPPA!” Yoona langsung menghampiri Kyuhyun dan mencoba untuk mencakar atau memukul atau meninju atau apapun yang bisa membuatnya terluka sedikit saja. Tapi mudah saja bagi Kyuhyun untuk mengelak dari serangan Yoona, apalagi ia lebih tinggi dari gadis itu. Dan untuk sementara, ia mengakui lebih asik mengerjai gadis ini daripada bermain starcraft. Yoona hanya bisa berjingkat dan menggeliat, sementara kedua pergelangan tangannya dikunci oleh tangan Kyuhyun.

Seohyun tidak tau mengapa ia tidak bisa berenti melihat kearah kedua orang itu. Ia melihat mereka terus-menerus. Mendadak ada yang membuatnya sedih. Ia meremas botol yang ada di tangannya kuat-kuat.

“Seohyunie, kau kenapa diam saja?” Tanya Sooyoung yang kebetulan melihatnya bersedih.

“Anni. Aku tidak apa-apa.” Seohyun mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi itu sedikit terlambat karena Sooyoung tau kemana arah pandangan Seohyun sebelumnya.

“Seo Jo Hyun, kau menyukainya, kan?” Tanya Sooyoung langsung.

“Unni!”

“Jawab. Aku unni mu, kan?”

“Unni, aku aku hanya mengidolakannya.”

“Kau tidak berbakat berbohong.”

Dan inilah salah satu yang istimewa dari seorang Sooyoung. Diantara kedelapan member SNSD lainnya, tidak ada yang bisa menyembunyikan sesuatu darinya. Entah itu Tiffany yang memang sedikit tertutup ataupun seorang Hyoyeon yang bisa menjaga rahasia dibalik wajahnya yang selalu ceria. Seohyun hanya menunduk mengiyakan kalau ia menyukai Kyuhyun lebih dari seorang oppa. Walaupun sebenarnya kandidat oppa terfavorit di SNSD masih dipegang oleh Donghae.

Sooyoung tidak bertanya lebih banyak, ia tau ini bukan saat yang bagus. Ia hanya mengajak Seohyun kearah lain, menghindari evil magnae yang satu itu.

***

Di belakang panggung, semua orang sibuk beres-beres dan sebagian ada yang pergi mandi.

“Sooyoung-ah, kau mau mandi tidak?”

“Ne.”

Sooyoung dan Yoona berjalan berdampingan kearah kamar mandi.

“Yoona-ssi, kau tahu tidak,”

“Tahu? Tahu tentang apa?”

“Seo Jo Hyun menyukai Kyuhyun-oppa.”

You May Also Like

1 comments

  1. Hahaha, Kyu oppa kaya anak TK ngerengek ga mau ke Rumah Sakit.
    AIgooo~~ pagi-pagi dorm SuJu udah rame aja. Ckckck!!

    KyuNa moment... *wohooooo*
    kenapa ga bales nyiram aja, unnie?? *nyodorin botol air ke Yoona*
    xD

    Aaaah, cinta segitiga??

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Popular Posts

About